Cara Mengatasi Harddisk / Flashdisk I/O Device Error Paling Ampuh

Cara Mengatasi I/O Device Error - Blogotech, Pernahkah anda mengalami kendala saat menggunakan flashdisk atau harddisk muncul peringatan I/O device error? Sebenarnya apa maksud dari notif I/O device error tersebut? Dan kenapa harddisk atau flashdisk tidak bisa digunakan setelah muncul notif tersebut? Nah pada kesempatan kali ini blogotech akan membahas seputar tentang I/O device error pada harddisk mulai dari pengertian, penyebab hingga cara mengatasinya paling ampuh.

cara-mengatasi-io-device-error
I/O Device Error merupakan singkatan dari I/O = Input/Output device error. Peringatan ini muncul paling sering ditemui oleh para pemakai windows ketika mengakses data lewat device eksternal, seperti hard disk eksternal, DVD atau CD, flash disk, memory card. Notifikasi error ini bisa berbagai macam, namun intinya sama saja. Paling sering notifikasi yang muncul biasanya bertuliskan :
  • The request could not be performed because of an I/O device error
  • Only part of a read process memory request was completed
  • Only part of a write process memory request was completed
  • DiskPart has encountered an error

cara-mengatasi-io-device-error
Biasanya notifikasi error ini disertai dengan kode error yang muncul pada windows. Kode yang biasanya paling umum adalah: error 6, error 21, error 103, error 105, dan error 131. Bisa juga disertai kode error yang panjang seperti 0x8007045D atau 2147943517. Walaupun berbagai macam kode errornya namun pada intinya sama saja mengalami masalah I/O Device Error dan cara mengatasinya pun sama.

Penyebab I/O Device Error

Ada berbagai macam penyebab I/O device error pada harddisk / flashdisk. Di antaranya adalah sebagai berikut :
  • Driver harus di-update atau driver rusak karena ada file yang korup (corrupt).
  • Windows memakai transfer mode yang tidak sesuai dengan hardware sehingga tidak mendukung perangkat yang digunakan (incompatible)
  • Koneksi kabel harddisk tidak terhubung dengan sempurna (port USB rusak, kualitas kabel buruk, tegangan kurang sesuai, dll)
  • Device eksternal (CD/DVD, memory card) sudah rusak atau terlalu kotor
  • Kurang hati-hati pada saat menginstall ulang Windows
  • Flashdisk/Hardisk pernah terjatuh, terbentur, dll hingga mengalami kerusakan fisik.

Cara Ampuh Mengatasi I/O Device Error

1. Cek Koneksi Hardisk

Cara pertama yang harus anda lakukan ialah memastikan koneksi harddisk terhubung dengan benar. Cek koneksi antara storage (FD/HDD) dengan PC/Laptop yang anda gunakan dengan memeriksa port USB, kabel USB, dan konektor lainnya apakah memang benar-benar terhubung dengan baik.

2. Periksa Harddisk Melalui CMD

a. Buka CMD dengan mengklik Windows + R lalu klik CMD, atau bisa juga dengan klik Start lalu RUN lalu ketikkan CMD

b. Lalu ketikkan chkdsk /f E: setelah itu enter (E : merupakan lokasi hardware /harddisk yang ingin diperiksa)
Jika tampilannya seperti di bawah ini artinya harddisk anda masih dapat diselamatkan.
cara-mengatasi-io-device-error

3. Lewat Aplikasi M3 Raw Drive Recovery

Jika cara pertama dan kedua masih belum berhasil maka ada kemungkinan harddisk anda rusak dikarenakan Bad Sector. Biasanya flashdisk/hardisk yang mengalami bad sector saat diperiksa akan muncul peringatan "the tipe of the file system is RAW".
cara-mengatasi-io-device-error

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengatasinya sangat mudah, yaitu :
1. Download dan install aplikasi M3 raw drive recovery dengan mengklik tombol download di bawah ini :

2. Biasanya harddisk yang mengalami bad sector dtandai dengan silang merah.
cara-mengatasi-io-device-error

3. Lalu pilih Hardisk yang bertanda silang merah kemudian Next.

4. Tunggu hingga hasil perbaikan selesai tergantung ukuran hardisk yang diperbaiki jika sudah klik Fix Done.

4. Format Harddisk

Cara terakhir mengatasi harddisk I/O device error ialah dengan cara memformatnya. Untuk memformat harddisk / flashdisk tentunya sudah diketahui oleh anda semua. Namun dari kebanyakan masalah I/O Device error yang sulit diformat ialah harddisk / flashdisk yang terproteksi "write protected".
disk-is-writted-protected

Lalu bagaimana cara memformatnya? Solusinya ialah dengan menggunakan Command Prompt (CMD):
1. Buka CMD dengan cara klik run as administrator.

2. Setelah itu ketikkan Diskpart.

3. Selanjutnya tampilkan list perangkat keras Hardisk atau Flasdisk, Ketik List Disk.

4. Selanjutnya perhatikan hardisk atau flasdisk yang mengalami I/O device error tidak bisa untuk di format, biasanya bisa dibedakan dengan cara melihat ukuran hardwarenya.

5. Setelah itu Select Disk 1 (ubah DISK 1 sesuai dengan nomor disk flashdisk / hardisk anda).

6. Lalu ketikkan command ATTRIBUTES DISK, dan selanjutnya anda akan menemukan detail bahwa flashdisk tersebut terproteksi yang ditandai dengan status Read-only: Yes.
cmd-read-only-yes

7. Untuk menghilangkan write protected di flashdisk tersebut, ketikkan command ATTRIBUTES DISK CLEAR READONLY.

8. Jika berhasil maka anda akan mendapatkan laporan disk attributes cleared succesfully. Selanjutnya jika anda cek lagi dengan command ATTRIBUTES DISK, maka anda akan mendapatkan status Read-only: No.
cmd-read-only-no

9. Jika sudah benar, selanjutnya anda bisa melakukan format pada harddisk / flashdisk seperti biasanya.

5. Melalui Registry Editor

Apabila masih tidak bisa diformat keempat cara diatas maka anda masih bisa menggunakan cara kelima dengan menggunakan Registry Editor :
1. Dari Start pilih Run atau dengan jalan pintas tekan tombol Windows + R pada keyboard untuk masuk kehalaman Run;

2. Setelah itu ketikkan Regedit pada kolom Run dan tekan Enter atau klik OK;

3. Setelah registry editor aktif, silahkan anda cari Key HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Currentcontrolset\Control\ kemudian cari lagi string StorageDevicePolicies;

4.  Apabila anda tidak menemukan string tersebut maka anda harus membuatnya secara manual. Caranya adalah dengan klik HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Currentcontrolset\Control\ selanjutnya klik kanan di folder Control;

5. Selanjutnya klik pilih New – Key lalu anda ubah namanya menjadi StorageDevicePolicies;

6. Setelah itu klik kanan di folder StorageDevicePolicies yang baru saja anda buat, pilih DWORD(32-bit) untuk komputer atau laptop OS 32bit, atau DWORD(64-bit) jika komputer atau laptop anda menggunakan OS versi 64 bit;

7. Selanjutnya ganti nama DWORD yang baru saja kita tentukan menjadi WriteProtect. Kemudian klik ganda (double click) dan ganti value datanya menjadi 0 dengan pilihan heksadesimal

8. Close registry editor, lalu refresh komputer atau laptop. Sekarang eject flashdisk atau Safely Remove kemudian cabut flashdisk / harddisk

9. Selanjutnya restart komputer, setelah itu hubungkan kembali flashdisk / harddisk anda.

Nah itulah tadi informasi seputar I/O Device Error mulai dari pengertian, penyebab hingga cara mengatasinya paling ampuh. Biasanya cara di atas sudah paling ampuh mengatasi harddisk I/O error. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

No comments for "Cara Mengatasi Harddisk / Flashdisk I/O Device Error Paling Ampuh"