5 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia Yang Paling Canggih

5 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia Yang Paling Canggih

Teknologi Kuno Canggih Indonesia - Blogotech, Halo sobat Blogotech dengan penuh cinta dan jiwa nasionalisme. Sebagai generasi penerus bangsa, sudahkah kalian memberi sesuatu untuk kepentingan bangsa Indonesia? Meskipun generasi kita saat ini begitu tergiur dengan teknologi dari bangsa asing, namun ternyata orang terdahulu dari Indonesia sudah memiliki teknologi yang luar biasa canggih.

Tahukah kamu bahwa pada masa silam, ternyata nenek moyang kita telah banyak menemukan berbagai penemuan yang bisa dibilang cukup canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya. Ternyata, penemuan teknologi itu masih tetap ada dan kita gunakan hinga kini. Lalu penemuan canggih apa saja ya itu? Simak ulasan yang akan blogotech sampaikan berikut ini ya! Berikut ini adalah 5 teknologi kuno dari bangsa Indonesia yang ternyata begitu canggih, seperti yang telah Blogotech lansir dari WMedia. Berikut liputannya :

5. PRANATA MANGSA: Sistem Penanggalan Musim Bukti Dengan Ilmu Astronomi

Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit. Menurut Daldjoeni di bukunya yang berjudul ‘Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa’, Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian.

Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Ini disebabkan karena nenek moyang kita zaman dahulu sudah mempelajari berbagai gejala alam, musim tanaman berbunga/berbuah, seperti musim hujan/kemarau, pengaruh bulan purnama, posisi rasi bintang, dan banyak lagi.

4. TEMPE: Pemanfaatan Bioteknologi Untuk Makanan

Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikro organisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan. Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.

Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata ‘tempe’. Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni kuliner dunia.

3. RUMAH GADANG: Arsitektur Rumah Aman Gempa

Ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam bernama Darmansyah dari Sumatera Barat menyebutkan, bahwa ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju sekiranya 300 tahun jika dibandingkan konstruksi pada zamannya. Rumah gadang yang berasal dari Sumatera Barat memberi bukti nyata ketangguhan konstruksi bangunan dengan daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa, bahkan sampai berkekuatan lebih dari 8 skala richter.

Rumah gadang juga sangat hebat karena tak memakai paku satupun sebagai pengikat, tetapi menggunakan pasak kayu. Sehingga sambungannya membuat bangunan rumah gadang memiliki sifat yang sangat lentur. Dan juga kaki atau tiang rumah gadang bagian bawah tak pernah menyentuh tanah atau bumi. Tapak tiang dialas dengan batu sandi dengan fungsi sebagai peredam getaran gelombang gempa bumi. Sehingga tidak akan mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut.

2. KARINDING: Teknologi Pengusir Hama Dengan Gelombang Suara

Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada, pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul. Saat kalian memukul bagian panenggeul, maka bagian jarum akan bergetar. Lalu saat dirapatkan ke rongga mulut, maka alat ini akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara dari karinding ternyata juga menghasilkan gelombang low decibel yang membuat hama kesakitan sehingga mereka akan panik dan kehilangan konsentrasi. Frekuensi yang dihasilkan karinding melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga membuat hama menjauhi ladang pertanian.

1. PENGINDELAN DANAU TASIKARDI, BANTEN : Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air

Danau Tasikardi sendiri merupakan danau buatan. Danau ini merupakan situs sejarah, yang keberadaannya merupakan bukti gemilang peradaban Kesultanan Banten pada zaman itu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.

Pada abad ke-16 sampai abad ke-17 Kesultanan Banten sudah membangun Bangunan penjernih air, yang fungsinya untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi menuju Keraton Surosowan. Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasikardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas. Air disini diproses dengan menyaring kotoran dan mengendapkannya. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm. Sehingga kalian bisa melihat bahwa pada zaman itu teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai telah ditemukan cara efektifnya.

Nah itulah tadi 5 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang sangat canggih. Bagaimana menurut kalian? Tentu saja teknologi dari Indonesia dahulu cukup terbilang canggih bukan? Meskipun dengan peralatan yang sederhana, tetapi pemikiran dari nenek moyang kita terdahulu tak bisa dianggap enteng. Bahkan pemikiran kebanyakan anak zaman sekarang pastilah akan kalah karena sukanya dengan instan dan mudah-mudah saja. Namun meskipun begitu, semoga dengan adanya artikel Blogotech ini akan menambah semangat generasi penerus sekarang agar bisa berfikir lebih canggih. Sehingga tak menutup kemungkinan akan ada banyak penemuan dari anak bangsa Indonesia modern nantinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. See ya next time.

Sumber : WMedia on UCNews

Baca juga:

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu, Pemimpi Pengangguran Sukses."

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Silahkan berkomentar sesuai dengan tema, gunakan kata-kata yang sopan dan bijak (no iklan, no SARA, no spam). Komentar yang menyertakan link aktif, iklan atau titip link akan dimasukkan dalam folder SPAM.