Begini Nasib Vendor Ponsel China Ini Sekarang Setelah Sempat Ejek Apple

Begini Nasib Vendor Ponsel China Ini Sekarang Setelah Sempat Ejek Apple

Blogotech.net - Nafsu besar tenaga kurang. Mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan LeEco, perusahaan teknologi China yang tengah sekarat.

LeEco ini awalnya dipuji sebagai salah satu perusahaan yang paling melesat di sektor teknologi. Awalnya berbisnis di bidang streaming video online, LeEco secara agresif melebarkan sayap di banyak sektor.

Sebut saja smartphone, film, perangkat elektronik sampai mobil canggih. Dan awalnya semua berjalan baik-baik saja. LeEco mulai berani berekspansi ke mancanegara seperti India. Indonesia pun masuk dalam incaran pemasaran smartphone LeEco.

Pendiri LeEco Jia Yueting bahkan pernah mengejek Apple di industri smartphone."Salah satu alasan penting melambatnya penjualan iPhone adalah inovasi Apple sudah menjadi sangat lambat. Contohnya, Apple merilis iPhone SE. Dari perspektif industri, ini adalah produk dengan level teknologi sangat rendah. Kami pikir mereka tidak seharusnya melakukannya,"ujar Yueting.


Sayang mendadak, LeEco kehabisan napas alias persediaan uang. Tanda-tandanya pun tampak jelas awal tahun ini. Pada Maret 2017, LeEco berniat menjual markasnya di Amerika Serikat karena kekurangan uang.

Krisis keuangan itu juga sampai memaksa Jia Yueting memotong gajinya sendiri menjadi hanya USD 0,15. "Masalah uang ini lebih serius dari sebelumnya," demikian pengakuannya.

Mereka bahkan kelimpungan membayar gaji karyawan di AS. Adapun alasan keterlambatan, seperti yang dijelaskan oleh perusahaan, tak lain karena isu transfer uang dari China ke AS.

Yang terbaru, aset Jia Yueting dibekukan. Bernilai 1,24 miliar yuan, aset milik Jia, istrinya dan tiga orang yang masih berafiliasi dengannya itu diblokir, dikarenakan LeEco tidak bisa membayar bunga pinjaman bank untuk mendanai bisnis smartphonenya.

Sebuah nasib yang cukup tragis mengingat produk LeEco sebenarnya diperhitungkan. Smartphone flagship mereka yang diluncurkan meriah di San Francisco tahun lalu, LePro 3, pernah digadang bisa menyaingi Google Pixel. Namun kini mereka terpuruk dan harus mencari jalan keluar untuk survive.

Sumber : detik.com

Baca juga:

Fahrinheit
Fahrinheit

"Seorang Mantri Keliling yang bekerja sebagai Blogger Paruh Waktu, Pemimpi Pengangguran Sukses."

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Silahkan berkomentar sesuai dengan tema, gunakan kata-kata yang sopan dan bijak (no iklan, no SARA, no spam). Komentar yang menyertakan link aktif, iklan atau titip link akan dimasukkan dalam folder SPAM.